Selamat Pagi, Pagi.

Langit jingga, langit biru.

Adalah pagi yang datang dengan mentari. Sekelebat hitam disapa dengan panas surya yang menyelip di sela-sela kabut fajar.

IMG-20160603-WA0002

Gelap.

Padahal, pagi ini sama dengan pagi kemarin. Atau pagi dua hari lalu.

Hanya saja sekarang, ada doa yang tiba-tiba menuju nyata.

IMG-20160603-WA0006

Dengan kiriman awan semburat,

IMG-20160603-WA0011

atau bayangan gunung berapi yang malu-malu,

IMG-20160603-WA0013

sampai yang Bersinar itu tiba di tengah pagi.

Kalaupun,

Kalaupun kita berjalan di atas pematang sawah setelah Subuh, mungkin pertanyaan-pertanyaan yang berlarian tidak seluruhnya terjawab. Ketika Matahari merangkak pelan-pelan setelah bersembunyi di balik punggung Bulan, cahaya wajah orang-orang yang terlihat malah semakin mendebarkan asa.

Apakah pagi ini rencana Tuhan?

Ya.

Dengan kuasa-Nya, pagiku bertemu kamu.

Wahai langit jingga, langit biru, yang bercumbu dalam batas erotika awan tertinggi.

IMG-20160603-WA0004

 

 

Pengagum pagi dan gumpalan awan,

Aprilia.

 

 

PS: Seluruh foto dalam postingan ini diambil oleh seorang pejalan kaki puluhan meter. Terima kasih!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *